Kamis, 24 Januari 2019

Mau liat hewan paling setia didunia? Namanya Tarsius

Tarsius Pohuwato / by Burung Indonesia & Nou Uti Pohuwato

Dikutip dari Instragrammnya @nouuti_pohuwato, Tarsius adalah hewan endemik yang sangat langka dari Sulawesi yang bisa ditemuin di Desa Mekarjati Jaya Kec Taludi Kab Pohuwato Provinsi Gorontalo. Adapun  Ciri Ciri Tarsius adalah sbb :
  1. Ukurannya sangat kecil
  2. Hewan aktif pada malam hari tapi kalo malem tidur
  3. Punya mata dan telinga yang besar serta ekor yang panjang
  4. Kalo nengok kepalanya bisa muter sampe 120 derajat
  5. Setia sama pasangan (sekali kawin)
  6. Bisa lompat sejauh 3 meter dari pohon ke pohon

Nah, kalo liat dari isu saat ini, pemerintah setempat mau bikin desa Mekarjati sebagai desa ekowisata/ecotourism untuk melestarikan Tarsius, yaaa jadi salah satu tempat wisata baru di Kab Pohuwato. Kalo sekarang Pohuwato dikenal dengan banyaknya burung maleo yang langka, saat ini akan ditambah juga dengan Tarsius.

Burung Maleo / by@MaleoIndonesia

Buat kalian yang pengen liat Tarsius secara langsung, kalian bisa mulai trip menuju Provinsi Gorontalo. Yaaa kalo dari bandara jalaludin gorontalo sekitar 4 jam menuju pohuwato, kendaraan menuju sana bisa pake mobil PO, banyak disekitar jalan Andalas Kota Gorontalo dengan harga sekitar 100rb. Sedangkan untuk penginapan disana Cuma ada motel dan penginapan biasa, ga ada hotel bintang 3,4,5. Selamat mencoba




Selasa, 22 Januari 2019

Diving bareng Hiu Paus di Gorontalo

Whale Shark Gorontalo / Foto by Travel Dream
Provinsi Gorontalo merupakan pemekaran dari Provinsi Sulawesi Utara. Gorontalo makin berkembang begitu juga makin bertambah pula lokasi lokasi wisatanya. kalo yang ini wisata hius paus (whale Shark) yang ada di Desa Botubarani Kec Kabila Bone Kab Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Nah buat kalian yang suka diving rasanya ga akan puas klo belum coba nyelam bareng hius paus. tapi ga setiap saat ikannya ada, menurut nelayan setempat biasanya hiu paus dateng sekitar bulan maret s/d oktober. diluar bulan itu ga setiap hari ada, yaaa kadang ada kadang ga. Tempat divingnya juga deket banget paling 20 meteran lah naik perahu bentar udah keliatan hiunya. Harga perahunya sudah termasuk paket untuk 2 orang (perahu kecil) ditambah pakan (cangkang udang sekantor keresek) 50rban. jadi kalian bisa kasih makan + selfie atau diving sama hius paus. 

Kalian boleh coba dateng kesini, lokasinya dari Bandara Gorontalo sekitar 2 jam, transportasinya bisa naik mobil PO (tersedia dibandara) harga ya sekitar 150rb.
Disana ga ada hotel loh ya, jadi kalo mau nginep bisa di Kota Gorontalo, ada beberapa hotel paling bagus ya hotel bintang 4. 

Disekitar While Shark ada juga wisata laut yang lain didesa sebelah cocok untum kalian yg cuma bisa snorkling, alam bawah lautnya ya sangat bagus namanya desa Botutonuo. Nanti kalian bisa naik kapal katingting muat sampe 8 orang.

Hius Paus Gorontalo / foto by Regional Kompas

Buat kalian yang pengen niat jalan kesini, saya sarankan untuk mampir ke tempat wisata lainnya. yaaa, karena harga tiket untuk wilayah sulawesi rata rata 1jutaan, klo PP yang 2 juta. sedangkan dari bandung sekitar 5juta PP, klo dari jakarta sekitar 4juta PP. jadi ya sayang klo tiket pesawatnya mahal cuma jalan jalan liat hiu paus. Jadwal penerbangan ke gorontalo ada yang sampe pagi jam 6 WITA naik pesawat Batik Air (direct), perjalanan sekitar 3 jam. 

setibanya sampai di Bandara Gorontalo, kalian bisa langsung naik Gocar/Grab/PO bandara. kalo naik PO lebih murah cuma ya harus nunggu 4 orang sampe penuh penumpang, harganya 75rb/orang. tapi kalo kalian banyakan ya lebih murah naik Grab/Gocar sekitar 120rb sekali jalan. harga ini menuju Kota Gorontalo. 

Nah Checkin Hotel biasanya kan siang, mendingan kalian wisata dulu disekitar Kota Gorontalo, silahkan negosiasi sama supirnya dalam perjalanan ke Kota Gorontalo kalian akan melewati Danau Limboto, Menara Limboto, lalu setibanya di Kota kalian bisa mampir ke Benteng Otanaha. enaknya sih sewa mobil biar kalian bisa bebas jalan jalan. sewa mobil murah kok sekitar 300rb/hari (24 jam). tempat tempat tersebut cocok banget buat kalian yang mau selfie atau ngambil spot spot foto. abis itu kalian boleh checkin hotel untuk simpang dan bawa barang barang seperlunya. lanjut kalian bisa makan siang dulu di beberapa rumah makan, disini banyak ikan Tuna bakar/goreng dengan bumbu khas gorontalo menurut saya makanan ini yang paling enak, atau ga beli kakap merah dengan sajian badannya di goreng/bakar dan kepalanya di masak Woku. Makanan ini tersedia di warung seafood pinggiran, kalau saya biasanya di Rumah Makan Brasil lokasinya di pinggir pantai perbatasan antara Kota Gorontalo dan Kab Bone Bolango. 

Setibanya di lokasi kalian boleh memilih beberapa pangkalan hius paus (ada plang yg disponsori BPJS Ketenagakerjaan) mulai pangkalan 1 s./d 4. lalu kalian memilih perahu dan siap untuk diving bareng hius paus. Biasanya wisatasan berenang sekitar 2 jam. selain itu bagi kalian yg ga bisa berenang bisa nongkrong di atas perahunya aja, tar hiunya nongol keatas minta dikasih makan pake cangkang udang. untuk manfaatin waktu kalian juga bisa lanjut snorkling untuk liat keindahan bawah laut yang ada di Desa Olele, sebelahan dengan desa Botubarani Hius Puas. Kalo di Olele ikan lautnya banyak banget, karangnya bagus, airnya jernih, naik perahunya 100rb perorang udah termasuk foto dalam air. Murah kok. kalo laper kalian bisa bakar bakar di pesisir pantai, ada banyak nelayan berdatangan kalian bisa langsung beli ditempat. 20rb udah dapet sekeresek ikan oci. enak dan murah. Malamnya kalian bisa memanjakan diri dengan berendam Air Tawar Panas di Pentadio Resort. Lumayan lah untuk berendam sejenak sebelum istirahat.

Sisanya silahkan explore sendiri ya, masih banyak wisata yang ada di Gorontalo, yang terkenal seperti Pulau Cinta Gorontalo (boalemo), Pulai Saronde (Gorontalo Utara), Taman Nasional Bogani Nani wartabone, Pulau Diyanumo dan masih banyak lagi. 




Sabtu, 23 September 2017

6 Wisata Keren Gorontalo

Denger denger Gorotalo masuk dalam kategori 5 Provinsi termiskin di Indonesia. Tapi dibalik gelar itu ternyata Gorontalo punya sejuta wisata yang keren banget. Hampir 9 bulan saya bertugas disini dan berikut wisata wisata yang sempat saya Kunjungi : 

Pantai Botutonuo

Snorkling
Pantai ini terkenal dengan keindahan bawah laut, karang karang yang bersih dan banyak ikannya, tinggal kasih biskuit tar pada dateng. Untuk Snorkling cucok banget pokoknya. Harga sewanya 50 ribu untuk sewa alat + fotografer bawah air tapi harus banyakan karena sewa kapalnya 400 ribu bisa masuk untuk 10 orang. Perjalanan dari Kota Gorontalo kesana sekitar 1 jam bisa naik bentor tapi lambat dan tidak aman, sebaiknya sewa mobil PO.

Sayangnya pesisir pantai ini jelek banget, banyak kerikil batunya jadi ga enak kalo mau santai berjemur, lokasinya belum terawat dan kotor, akses transportasi jelek, dilaut pake kapal apa namanya gitu lupa tapi ada juga kapal yang bagus. kalo didarat cuma ada bentor dan ongkosnya ga jelas, semoga nanti gojek rangkul para bentor digorontalo yaaah. 

Pulau Saronde

pulau saronde
Pulau ini beranda di Kabupaten Gorontalo Utara, dari Bandara bisa ditempuh sekitar 2 jam pake mobil PO ongkosnya ga tau dan 30 menit menyebrang laut sewa kapal 400ribu pulang pergi. Pulau ini masih alami dan sudah dilengkapi fasilitas umum yang cukup bagus, dikelola oleh PT Gorontalo Alam Bahari, katanya sih yang punyanya orang Bandung jadi pantas kalo pulau ini terkelola dengan bagus. 

Disini ada cotage mulai dari 500ribu sd 1.2juta per malam, ada speedboat juga disewakan 50rb/orang atau sewa kapal seharian 700ribu. Untuk makanan juga ada cafe yang harganya murah, waktu itu kopi susu cuma 4000 ajah, sangat murah dilokasi seperti ini. Trus kalo mau foto foto doang juga boleh, cuma dikenakan cas 25ribu/orang. Banyak spot foto disini pasti puas banget.

Pantainya indah, dan ga panas kalo berenang pagi ataupun sore. cotagenya ber-ac enak banget tidur, berhubung Gorontalo cuma ada dua musim yaitu musim panas dan musim panas sekali. Tempat ini sangat saya rekomendasikan apalagi kalo honeymoon hmmm enak sepi bebas berteriak. tapi ada juga bule bule yang menikmati liburan masa pensiunannya disini. 


4 lagi tar saya update ya artikelnya, 

Lombongo Waterfall
Benteng Otanaha
Pulau Torosiaje
Mancing di Pantai Gentuma

Selasa, 29 November 2016

Bandung, Udara Sejuk Saja Jadi Duit

Ko menjual udara ? Apakah ada takarannya ? Ada sih takarannya jika kita menambah angin untuk sepeda motor kita. Tapi yang dimaksud bukan seperti itu. Lingkungan, hawa yang sejuk tetap akan menjadi tujuan kunjungan wisata. Kota Bandung memiliki itu. Udara atau hawa yang sejuk dan lingkungan alam yang dlihatnya merupakan asset yang berharga.

Dengan kekayaan itu Kota Bandung tidak cemas akan kehilangan wisatawan. Sebab, masyarakat pun sudah lama jeli dengan peranan pariwisata. Karena itu muncul daya dukung lainnya. Hotel/penginapan, rumah makan /restoran pun, karya kreatif untuk cenderamata bermunculan. Ekonomi rakyat terangkat. Dengan berkembangnya kepariwisataan, khususnya di Kota Bandung, tidak sedikit yang membangun lembaga pendidikan pariwisata, penganggur dari perusahaan lainnya dapat tertampung di lingkungan kegiatan wisata asal sesuai dengan persyaratan kerja yang diminta.

Orang-orang Jakarta khususnya berbondong-bondong ke Kota Bandung, bukan hanya mengejar selera makan dengan kuliner yang bertebaran di Kota Bandung, tetapi lebih khusus untuk menikmati udara atau hawa Kota Bandung yang sejuk, lingkungan alam yang asli. Di Jakarta ? Tidak demikian. Udara alias hawanya panas apalagi dengan kepadatan arus lalulintas dengan banyaknya emisi gas buang yang menyumpekkan paru-paru.
 
Salahsatu Kesejukan Bandung Raya, by @Fazarrohman

Kesejukan dan lingkungan alam yang asri, kejaran mereka. Pada masa jeda, tentu saja perut pun perlu isi dengan kuliner yang khas dan minuman yang menyegarkan. Sebelum mereka menikmati alam yang asri, mereka memesan kamar. Jika sudah puas menyaksikan lingkungan alam dan hawa yangn sejuk, barulah mereka istirahat di akomodasi yang menjadi langganannya.

Itulah kondisi Kota Bandung. Dengan udara yang sejuk saja sudah menjadi daya pikat yang sangat menakjubkan. Apalagi ditunjang dengan asset lain seperti seni budaya. Tak ketinggalan mereka pun berwisata belanja di Kota Bandung. Lokasi-lokasi belanja pun pikabitaeun. Pasar Baru saja bukan hanya incaran orang-orang Jakarta doang tapi juga sudah menjadi incaran dan tujuan wisata orang-orang di ASEAN seperti Malaysia, Singapura atau orang Thailand.

Optimisme Walikota Bandung Ridwan Kamil yang tidak cemas akan kehilangan wisatawan digambarkannya dengan target kunjungan wisatawan. Kang Emil yakin, kunjungan wisatawan itu akan terus mengalir. Jika tahun 2015 setiap hari kunjungan wisatawan mancanagara 600 orang, tahun 2017 targetnya 5.000 orang. Fantastis tapi realistis. Karena itu infrastruktur dan seni budaya tradisi terus dibangun. Yang kurang terus dibenahi dan yang baik terus dipelihara. Tong hariwang, tong honcewang, sebab daya pikat kota Bandung luar biasa. Pelancong tahu, arus lalulintas Kota Bandung selalu macet. Tetapi mereka tidak jera. Mereka selalu berweek end di Kota Bandung karena hawanya yang sejuk dengan pesona alam yang membuat mata kembali segar. Wisatawan mancanagara ? Mereka pun tidak pernah jera. Kenapa ? Sapta Pesona tersaji di Kota Bandung.

Magnit Bandung Masih Gede

Ti baheula ge daya tarik alias magnit Kota Bandung gede. Dulu, Kota Bandung menjadi tujuan pendidikan. Coba simak, lagu alias haleuang orang tua dulu saat mengasuh anaknya : nelengnengkung, nelengnengkung, geura gede geura jangkung, geura sakola di Bandung, geura makayakeun indung. Satu haleuang lagi masa kini, Bandung, Bandung, Bandung nelah kota kembang. Di riung gunung heurin ku tangtung, ider kota nu mulya Parahyangan. Kedua haleuang itu menunjukkan bahwa kota Bandung tak pernah sepi pelancong alias wisatawan. 
 
Jembatan Layang Pasupati Bandung by @galihgiffari

Simak pula kamacetan di tol Pasteur sampai ke jalan Pasteur. Kebanyakan mobil yang datang ke Bandung teh berplat nomor B. Kota Bandung masih menjadi tujuan wisata. Kenapa ? Pertama, udara segar. Banyak tanaman yang menghijau. Mau kuliner apa saja, tersaji di Kota Bandung. Akomodasi ? Banyak hotel berbintang yang tersebar di pelosok Kota. Mau hiburan ? Banyak yang bisa disaksikan.

Nah, coba pula kita tengok ke kawasan Pasar Baru alias Pasar Baru Trade Center. Bus-bus pariwisata yang selalu berjejer di sepnjang areal Pasar Baru bukan berplat nomor D. Tetapi rata-rata berplat nomor B. Pengunjungnya ? Mereka, orang-orang Malaysia atau Singapura yang ingin berwisata belanja. Orang-orang Jawa atau luar Jawa pun banyak berkunjung ke Bandung. Mereka selain ingin menyaksikan pemandangan alamnya yang mempesona, udaranya yang sejuk juga berwisata belanja sekedar oleh-oleh untuk keluarganya di kampung halamannya. 
 
Kemacetan Kota Bandung dipenuh kendaraan ber-Plat B


“Sementara Pemerintah Kota Bandung tidak pernah diam dan berusaha untuk memberi kenyamanan kepada para pelancong sebagai tamu Kota Bandung, baik infrastruktur mau pun sentra kesenian yang dipusatkan di Bandung Timur. Ujungberung. Kami menyediakan lahan 10 ha untuk sentra kesenian. Tetapi yang baru kami bebaskan 4,7 Ha. Kemudian dibebaskan pula 1,3 Ha sehingga jumlahnya menjadi 6 Ha”.

Tetapi ketika rencana ini dirembugkan kembali dengan para seniman dan budayawan, mereka menyatakan dengan luas lahan 6 Ha pun sudah memadai untuk sentra kesenian. Kenapa di Bandung Timur ? Di Ujungberung khususnya banyak macam seni budaya tradisi yang layak menjadi atraksi wisata. Pasti menarik. Karena sampai saat ini seni tradisi hampir punah. Hanya masyarakat di Ujungberunglah yang masih tetap melestarikannya.

Tahun 2010, masyarakat seni tradisi di Ujungberung mengadakan festival. Kenyataan ini menunjukkan bahwa masyarakat Ujungberung konsisten memelihara dan melestarikan seni budaya tradisi. Itulah sebabnya, Pemerintah Kota Bandung melirik Bandung Timur menjadi sentra seni tradisi. Pemerintah Kota Bandung sendiri berusaha menyediakan lahannya untuk digunakan masyarakat. Daya pikat lainnya bagi wisatawan, alam dan udara Kota Bandung yang sejuk dan beberapa kenangan lainnya tetap menjadi jugjugan para wisatawan. Banyaknya mengalir wisatawan yang datang ke Bandung bukan tanpa sebab. Di Kota sejuk ini, banyak yang bisa diperoleh. Karena Sapta Pesona, bersih, indah, nyaman, kenangan, penduduknya yang ramah tamah, asri, masih tetap terpelihara. Apalagi Kota Bandung kini sedang mengembangkan udara bersih dan segar di beberapa ruas jalan. Bahkan, beberapa tempat SPBU kini dijadikan ruang terbuka hijau. Ini merupakan daya pikat yang bisa mengalirkan wisatawan. “Saya tidak takut kehilangan wisatawan. Karena daya magnit Kota masih gede

Gedung Pakuan, Tempat Menginap Gegeden Walanda

Kota Bandung memiliki banyak gedung bernilai sejarah peninggalan Belanda. Saat ini orang menyebutnya sebagai heritage . Selain kompleks Gedung Sate, Gedung Dwi Warna, gedung Telkom, Museum Geologi semuanya berada di sekitar Jl. Diponegoro. Gedung Merdeka yang dulu pernah dikenal sebagai Gedung Concordia, Hotel Savoy Homann, Hotel Preanger dan Gedung PU Jawa Barat, semuanya berada di sepanjang Jl. Asia-Afrika.
 
Gedung Sate by @atikurn
 
Gedung-gedung lainnya yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi itu juga berada di sekitar Kompleks Kodam III/Siliwangi, Jl. Kalimantan, Jl. Sulawesi. Para pelancong hanya bisa menyaksikan gedung-gedung itu di luar kompleks dan masih utuh. Demikian telaten pemeliharaannya.

Salah satu bangunan peninggalan dulu, Gedung Pakuan yang dibangun tahun 1864. Perancangnya, insinyur kepala, Staf dari Residen van Der Moore. Gedung Pakuan memiliki gaya arsitektur, gaya empire Hindia yang disukai oleh para pejabat kolonial saat Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Bangunan yang langka tapi masih kokoh dan tetap indah menarik. Saat itu banyak gegeden Walanda yang menginap di Gedung Pakuan.
 
Sekitar Jalan Asia Afrika by @ayudrie
 
Saat diselenggarakannya Konperensi Asia-Afrika tahun 1955 di Gedung Merdeka Bandung, pernah dijadikan tempat jamuan makan para kepala negara Asia-Afrika. Mereka menyatakan kekagumannya terhadap nilai bangunan peninggalan dulu itu. Tua, tetap tetap anggun. Asri dan pikabetaheun. Dalam acara itu, para kepala negara dan tokoh-tokoh negara Asia-Afrika disuguhi atraksi seni. Mereka mengagumi seni budaya Jawa Barat (Bandung).

Walau gedung ini sudah berdiri ratusan tahun lalu, namun karena Pemerintah Provinsi merawatnya dengan baik, kondisinya demikian menarik, terutama jika wisatawan menyaksikan kondisi gedung itu. Padahal Gedung Pakuan terbuka bagi siapa pun. Tidak pernah terutup bagi kunjungan tamu, termasuk juga masyarakat Jawa Barat. Sampai saat ini masih tetap terbuka.
 
 
Gedung Merdeka Bandung  by @rizkyfebriss

Sejarah terbukanya bagi kunjungan tamu-tamu, dimulai ketika jaman pra kemerdekaan, Gedung Pakuan selalu menjadi tempat perjamuan para tamu negara. Gubernur Mas Sewaka yang pertama mendiami Gedung Pakuan ini, walau beberapa Dalem Bandung dulu pernah menghuninya. Sejak itu, sekitar tahun 1950 Gedung Pakuan menjadi rumah Dinas Gubernur Jawa Barat hingga kini.

Gedung itu masih tetap anggun, asri dengan halaman yang luas menghijau. Perombakan gedung ini sesuai dengan kebutuhan saja. Di luar masih tetap dan hanya di dalamnya saja yang disesuaikan dengan kebutuhan tuan tumah yang menghuninya. Peninggalan leluhur ini masih tetap kokoh. Di dalamnya ditata dengan apik dan di luar juga mendapat penataan khusus.

Sejak jaman kolonial Belanda Gedung Pakuan telah menjadi persinggahan tamu-tamu sangat penting, para tokoh dunia dan tamu-tamu resmi lainnya. Tercatat tahun 1901 Raja Siam pernah singgah di Gedung Pakuan. Demikian halnya dengan Perdana Menteri Perancis tahun 1920, ketika berkunjung ke Bandung juga menjadi tamu resmi di Gedung Pakuan. Pada tahun yang sama, gitaris dunia, Andreas Segopia menjadi tami resmi di Gedung Pakuan sambil memperlihatkan kepiawaiannya memainkan dawai. Tujuah tahun kemudian, pelakon bioskop bisu, pelawak Charli Chaplin, ternyata pernah menjadi tamu resmi di Gedung Pakuan.

Dalam perkembangan pariwisata sekarang ini, sebenarnya Gedung Pakuan juga bisa disinggahi oleh para wisatawan. Hanya tentu saja mengenai waktunya, harus disesuaikan dengan kepentingan dinas Gubernur Jawa Barat. Ini dimaksudkan agar, jadwal istirahat Gubernur tidak terganggu. Demikian halnya dengan halaman yang sudah resik dan menarik ini jangan sampai acak-acakan lagi.